Home / Berita / Edukasi / Organisasi / Teknologi

Selasa, 21 Februari 2023 - 23:10 WIB

Berita Palsu Menyebar, KOMINFO Ajak LDII Tingkatkan Literasi Digital

Jakarta (21/2). Secara nasional, skor Indeks Literasi Digital Indonesia 2022 adalah 3,54 dalam skala 1-5 atau “sedang”. Dibandingkan dengan level 3,49 pada tahun 2021, indeks tersebut telah meningkat sebesar 0,05 poin. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi digital secara umum terbukti meningkat sejak awal pandemi hingga saat ini.
Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen Aptika) Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengatakan kerja sama dengan semua pihak diperlukan untuk terus meningkatkan indeks literasi digital Indonesia. “Literasi digital tidak bisa dilakukan oleh satu kelompok atau golongan saja, perlu kerjasama,” ujarnya saat menerima kunjungan DPP LDII, Senin (20/2).
Menurutnya, ormas Islam juga bisa berperan dalam meningkatkan literasi. Pemuka agama dan pengikutnya bisa menjadi duta literasi menyebarkan berita-berita positif. “Ormas-ormas keagamaan pasti memiliki pengikut, mulai dari pengikutnya sebagai duta literasi, menebar berita-berita positif bagaimana menjadi literasi sehingga siap menghadapi era baru,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa banyak orang yang tidak mengetahui bahwa ruang digital dan ruang fisik adalah satu kesatuan, “dan banyak orang yang tidak mengetahui bagaimana berinteraksi dalam ruang digital. Dalam ruang fisik tentunya kita belajar banyak, dan itu yang ingin kami tekankan untuk membawa masyarakat ke era baru dengan kesadaran, pengetahuan baru, dan keterampilan baru,” katanya.
Menurut Semuel, indeks literasi digital dapat diukur melalui empat pilar indikator, yakni keterampilan digital, keamanan digital, budaya digital, dan etika. Dengan keterampilan digital, seseorang mengetahui keterampilan penting yang harus dimiliki seseorang di ruang digital. “Kedua tentu saja berbicara tentang keamanan. Jika Anda beroperasi di ruang digital, Anda harus memiliki keamanan, seperti yang Anda lakukan di ruang fisik,” tambahnya.
Selanjutnya Samuel menyampaikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan budaya yang telah dibangun selama ribuan tahun. Tantangannya sekarang adalah membawa ke ruang digital budaya nilai dan norma yang sudah dibangun di ruang fisik.
“Kalau di ruang fisik bertemu dengan orang yang lebih tua dari kamu saja selalu menghormati dan bertutur kata baik, kenapa tiba-tiba jadi orang lain saat masuk ke ruang digital. Ini jangan sampai terjadi, karena kita orang yang berbudaya dan bermartabat,” paparnya

Baca juga :   Berbagi Daging Kurban Oleh PACLDII Taman


Terakhir, lanjutnya, etika juga harus ditegakkan. Karena etika sangat penting baik dalam ruang fisik maupun digital. “Dengan pilar-pilar tersebut, kami berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat agar lebih siap menghadapi era transformasi dimana mereka menjadi bagian, bukan sekedar penonton,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Koordinator Teknologi, Informasi, Aplikasi dan Telematika (TIAT) LDII Lukman Abdul Fatah mengatakan bahwa sebagai organisasi keagamaan, LDII menyadari perlunya bekerja sama dengan semua pihak untuk meningkatkan literasi digital di masyarakat, khususnya warga LDII.
“Kami akan bekerja sama dengan Kominfo karena kami akan membangun rumah virtual yang aman bagi warga. Sehingga dapat mengontrol banjir informasi. Masyarakat dapat aman di media sosial agar tidak tertangkap oleh berita palsu,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi informasi dapat mendukung (ormas) untuk menyediakan informasi secara cepat dan akurat. Menurutnya, penyebaran informasi sangat cepat di era digital. “Teknologi digital sendiri merupakan bagian dari penyebaran informasi itu sendiri,” ujarnya.
“Bagaimana ormas menyikapi hal ini, kalau menggunakan istilah atau terminologi transformasi digital, transformasi digital adalah perubahan yang harus dilakukan secara aktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, ormas berperan memotivasi anggotanya untuk mengelola teknologi digital dengan baik dan ikut menyebarkan informasi-informasi positif. “Ormas harus mengedukasi anggotanya bagaimana mengelola teknologi digital secara aktif dan baik,” imbuhnya.
Dengan maraknya ujaran kebencian dan berita bohong yang viral di media sosial, ia meminta warga LDII tidak terprovokasi dan menyikapinya hal tersebut secara positif.
“Menjelang tahun politik 2024, masyarakat khususnya warga LDII aman dari berita-berita hoax sehingga mereka sadar bahwa apa yang mereka baca belum tentu benar dan perlu dicek ulang,” ujar dosen SMA Islam Minhaajurosyidin ( STAIMI) Jakarta.
LDII sering mengkampanyekan etika dan etiket media sosial, tambahnya. Apa yang akan muncul dan bagaimana berinteraksi dengan pengguna ruang digital lainnya dalam menghadapi dunia digital.
“Kami terus bekerja keras untuk membenahi agar etika media sosial di masyarakat Indonesia menjadi lebih baik. Sebenarnya berbicara di media sosial itu sama dengan berbicara di panggung publik. Biasanya orang naik panggung dengan gemetaran, berbicara dengan bahasa yang baik dan tertata. Tapi ketika mereka berbicara di media sosial, mereka lupa bahwa mereka berbicara di panggung yang lebih besar,” tutupnya.

Baca juga :   Pesan Kyai SAS Agar Bangsa Tidak Terbelah: Jangan Tolak Ormas yang Komitmen Terhadap Pancasila

Share :

Baca Juga

Berita

DPP LDII Ajak Koreksi dan Mawas Diri Hadapi Tahun Baru

Berita

DPD LDII Kab. Madiun Menggandeng Anggota DPR RI dan DINKES Kab. Madiun Selenggarakan Vaksinasi

Berita

Berbagi Daging Kurban Oleh PACLDII Taman

Berita

Konsolidasi Organisasi DPW LDII Provinsi Jawa Timur

Berita

Wakil Ketua MPR RI: Kita Bersyukur Indonesia Punya LDII

Berita

FORSGI Zona 2 Jawa Timur Mengadakan Festival Sepak Bola U10 dan U12 di Magetan

Berita

Optimalkan Peran Tim BK, LDII Jatim Gelar Pelatihan Konseling

Berita

DPD LDII Kab & Kota Madiun Menggandeng SMK 4 Kota Madiun, Mengadakan Tutorial Make Up