Home / Berita / Edukasi / Organisasi

Monday, 3 March 2025 - 11:49 WIB

Perkuat Optimalisasi Program dan Sinergi dengan Masyarakat serta Stakeholder, DPD LDII Kabupaten Bandung Selenggarakan Konsolidasi

Kabupaten Bandung – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bandung mengadakan rapat konsolidasi pada Sabtu, 22 Februari 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi serta menindaklanjuti perkembangan lintas strategis di seluruh tingkatan.

Acara yang berlangsung di Masjid Kertamanah Komplek Baleendah dari pukul 13.00 hingga 17.00 WIB ini mengundang semua komponen termasuk Dewan Penasihat, Pengurus Harian, Ketua Bagian DPD LDII Kabupaten Bandung, Ketua PC dan PAC LDII se-Kabupaten Bandung.

Mochamad Dinar, S.T., selaku Sekretaris Pengurus Harian DPD LDII membuka acara dengan mengapresiasi peserta yang hadir, lalu pembekalan dari Dewan Penasihat DPD LDII, H. Usman Ali.

Saat berbicara, Usman Ali menegaskan bahwa keberadaan LDII adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dianggap sepele. Kegiatan warganya harus mengarah ke dalam organisasi yang terstruktur dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Pada kesempatan itu pun Usman dengan tegas menyebutkan bahwa sebuah kebenaran yang tidak terorganisir akan kalah oleh kebatilan yang terorganisir. Oleh karena itu, sebagai bagian dari organisasi, setiap anggota harus mampu mengelola dan memperjuangkan kebenaran dengan penuh keyakinan dan percaya diri.

Ia pun mengedukasi peserta perihal wawasan organisasi yang terintegrasi dengan ikatan kerjasama.

“LDII memiliki keterkaitan dengan Senkom dan Persinas ASAD yang telah terjalin melalui MoU antara kedua organisasi tersebut dengan LDII. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sinergi untuk kemaslahatan bersama,” tegasnya.

Baca juga :   Muswil IX LDII Sulut, Ketum LDII Bicara SDM Profesional Religius untuk Indonesia Emas 2045

Dan pada rangkaian utama, Drs. H. Didin Suyadi, selaku Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung memandu jalannya kegiatan dengan berbagai materi penting.

Didin mengevaluasi dan tindak lanjut program LDII mencakup berbagai aspek organisasi dan pembinaan warga. Ia menegaskan mengenai keberadaaan PC dan PAC diharapkan memiliki kantor sekretariat yang jelas, lengkap dengan papan nama sebagai identitas resmi.

PC LDII diminta menjalin koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk audiensi dengan Danramil dan Babinsa setempat.

Didin mengatakan, “Sebagai tindak lanjut, Pimpinan DPD LDII telah beraudiensi dengan Kodim 0624 dan diterima oleh Kasdim Mayor CKE (K) Sri Nurhaeni. Dan beliau menghimbau dan membuka pintu lebar-lebar bagi LDII untuk berkomunikasi dengan Babinsa dan Danramil.”

Didin mengimbau agar Majelis Taklim sebagai forum pengajian DKM Masjid setempat mengagendakan sosialisasi website resmi DPP maupun DPD LDII serta media sosial secara rutin kepada warga LDII.

“Luangkan waktu untuk meningkatkan koordinasi antara Dewan Penasehat (WanHat) dengan pengurus PC atau PAC. Berikan kesempatan bagi mereka untuk mengajak warga LDII mengakses website resmi DPP maupun DPD LDII serta media sosial,” ucapnya.

Konsolidasi berlangsung secara interaktif dengan terjalinnya komunikasi yang baik, seperti yang dilakukan oleh PAC Mekarrahayu dan PC Rancaekek.

Andi Ketua Pc RancaekekDrs. H. Andi Mulya – PC Rancaekek
Muhkhamim Pac MekarrahayuMuhkhamim – PAC Mekarrahayu
Sementara itu, Ningning Hendasah, M.Si., selaku Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK), melaporkan evaluasi serta rencana kegiatan yang telah terjalin dengan baik antara PPKK LDII dan MTW Al Fathu.

Baca juga :   Presiden Jokowi Minta LDII Dukung Pemerintahan yang Baru

Salah satu topik yang menyita perhatian adalah penggunaan aplikasi SIMAS yang diluncurkan oleh Kementerian Agama, yang menjadi prioritas dalam pengelolaan administrasi dan legalitas tempat ibadah.

Masjid-masjid LDII yang belum terdaftar dalam Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama diimbau agar segera mendaftarkan diri. Struktur Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) serta jadwal khatib perlu dipasang, termasuk tambahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kesbangpol.

“Sistem Informasi Masjid (SIMAS) adalah platform yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia,” ungkap Didin.

“Oleh karena itu, kita manfaatkan sebaik-baiknya fasilitas di dalamnya, termasuk pendataan dan pengelolaan masjid serta musala di PC atau PAC masing-masing,” tambahnya.

Bidang Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Seni Budaya (PKSOB) serta Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) turut melaporkan serta merencanakan kegiatan yang akan dijalankan setidaknya dalam satu tahun ke depan.

Rapat konsolidasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur organisasi serta meningkatkan sinergi antara LDII dengan masyarakat dan pihak terkait di Kabupaten Bandung khususnya, serta di Indonesia pada umumnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Kejari Nganjuk Sosialisasikan Jamaah Sae di Ponpes Al Ubaidah.

Berita

PC LDII Kecamatan Taman Mengadakan Pelatihan Parenting Skill

Berita

DPP LDII Silaturahim dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Bahas Pencegahan Stunting

Berita

Dimensi Dakwah LDII Kian Luas, Usai Tambah Tiga Guru Besar. Tanggapan Ketum DPP LDII

Berita

Generus LDII Kota Malang Helat Pengajian Akbar, Perkuat Toleransi dan Kebersamaan

Berita

Kerjasama Pendirian Pokjar UT

Berita

Silaturrahim dan Salat Isya Berjamaah Bersama Walikota Madiun

Berita

PERSINAS ASAD Kabupaten dan Kota se Jatim di Jolotundo, Ada Apa?