Tim Rukyatul Hilal Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten dan Kota Madiun menggelar pemantauan hilal untuk penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah di kompleks Pondok Pesantren Al Muttaqin, binaan LDII, pada Selasa petang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penetapan awal bulan Ramadan yang dilakukan secara nasional hampir semua DPD LDII di seluruh Indonesia melalui mekanisme rukyat dan hisab.
Ketua tim rukyat menyatakan, pengamatan dilakukan sejak matahari mulai terbenam dengan menggunakan peralatan optik berupa teleskop dan beberapa perangkat pendukung yang telah dikalibrasi. “Kami mulai persiapan sejak sore hari untuk memastikan posisi hilal sesuai data hisab. Titik koordinat sudah kami tentukan sebelumnya,” ujarnya di lokasi pemantauan.
Tim rukyat kali ini terdiri atas enam anggota yang telah mendapatkan pembekalan teknis pengamatan hilal. Mereka bertugas mengoperasikan alat, mendokumentasikan hasil pengamatan, serta mencatat parameter astronomis seperti tinggi hilal, elongasi, dan kondisi cuaca. Proses pengamatan berlangsung sekitar 30 menit setelah matahari terbenam.
Menurut dia, kondisi langit di wilayah Madiun relatif cerah dengan sedikit awan tipis di ufuk barat. Meski demikian, visibilitas hilal tetap bergantung pada kriteria imkanur rukyat yang telah ditetapkan pemerintah. “Hasil rukyat ini akan kami laporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat,” katanya.
DPD LDII Kabupaten dan Kota Madiun menegaskan komitmennya untuk mengikuti keputusan pemerintah terkait penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah. “Kami menunggu hasil sidang isbat dan akan mengimbau seluruh warga LDII untuk menaati keputusan tersebut,” ujar salah satu pengurus.
Dengan pelaksanaan rukyat ini, LDII Madiun berharap proses penetapan awal Ramadan berjalan tertib, akurat, dan tetap menjaga ukhuwah di tengah masyarakat.



















