- MADIUN – Bulan suci Ramadan dimanfaatkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Madiun untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Organisasi ini membagikan sedikitnya 200 paket takjil kepada para pengguna jalan di jalur padat Madiun–Ponorogo, tepatnya di kawasan Jembatan Catur, Sabtu (14/3) sore.
Aksi berbagi tersebut berlangsung di tengah arus lalu lintas yang relatif ramai menjelang waktu berbuka. Sejumlah anggota tampak sigap membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas. Di saat bersamaan, personel Senkom Mitra Polri turut membantu mengatur arus kendaraan, memastikan kegiatan berjalan tertib tanpa menimbulkan kemacetan.
Kolaborasi lintas elemen ini menjadi sorotan tersendiri. Selain melibatkan organisasi mitra, kegiatan juga diikuti para santri dari pondok pesantren binaan LDII. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan sosial tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga edukatif.
Ketua DPD LDII Kabupaten Madiun, Ali Murtadlo, mengatakan kegiatan berbagi takjil merupakan bagian dari upaya menghidupkan nilai-nilai Ramadan melalui aksi nyata. Menurut dia, sinergi antarorganisasi menjadi kunci keberhasilan kegiatan di lapangan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa organisasi yang telah menjalin kerja sama dengan LDII dapat bergerak solid dan saling mendukung. Dengan keterlibatan Senkom dalam pengamanan lalu lintas, kegiatan bisa berlangsung lebih tertib dan masyarakat pun merasa nyaman,” ujar Ali.
Ia menambahkan, keterlibatan para santri bukan sekadar membantu teknis di lapangan, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter. Melalui kegiatan tersebut, para santri didorong untuk memiliki kepekaan sosial serta kemampuan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kami ingin santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial. Dari sini mereka belajar arti berbagi, empati, dan bagaimana berperilaku baik di tengah masyarakat,” kata dia.
Kegiatan berbagi takjil ini sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai gotong royong di tengah keberagaman masyarakat Madiun. LDII berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus terjaga, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
- “Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak amal kebaikan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kebersamaan, demi terciptanya Madiun yang aman, damai, dan harmonis,” tutur Ali.


















